Takut vs Segan
Kulangkahkan kaki menuju kelasku
yang terletak di bagian belakang, keriuhan anak-anak yang sedang bermain di
lapangan merupakan pemandangan yang tak asing lagi bagiku. Setiap hari itulah
yang terlihat. Anak laki-laki yang asyik bermain bola, kejar-kejaran, dan permainan
lainnya yang tidak kupahami. Di sisi lain sekumpulan anak perempuan juga sedang
menikmati aroma pagi dengan bermain lompat tali. Beberapa anak bahkan terlihat
menikmati hidangan yang dijajakan di kantin sekolah.
Melihat bayanganku, terlihatlah
siswa-siswaku berhamburan dan berlarian memasuki kelas. Salah seorang siswa berlari
sambil berteriak, “ada ibu, ada ibu”.
“Assalamualaikum”, ucapku ketika
memasuki ruangan kelas IV yang diamanahkan padaku untuk menjadi wali kelas. “Waalaikusalam
wr.wb”, jawab mereka serentak. Setelah itu suasana kelas terlihat hening, tak ada
suara sedikit pun. Hanya helaan nafas mereka yang terdengar. Kutatap mereka satu persatu, namun yang
kudapati mereka semua tertunduk dengan tangan terlipat di atas meja masing-masing.
Sebuah pemandangan yang membuatku merasa ditampar. Segitu kejamkah saya sebagai
guru ? sekedar untuk melihatku pun mereka takut. Ach pasti ada yang salah
padaku.
Sebuah pertanyaan besar muncul di kepalaku. Mereka takut atau segan ?
Entahlah !
Kucairkan suasana dengan mengajak mereka bermain sambil menceritakan
pengalaman lucu yang pernah mereka alami. Suasana
gaduh pun tercipta dengan celotehan-celotehan konyol mereka.
Ternyata mereka anak-anak yang hebat.
Begitu banyak pelajaran berharga kudapat lewat kalian.
Anak-anakku semangatmu adalah
senyumku….